Stress pada orang tua salah satunya ditimbulkan karena tidak mampu menyediakan quality time
pada anak-anak mereka. Pekerjaan yang menumpuk menjadi penyebab rasa
bersalah orang semakin besar dan akhirnya mereka berpikir tidak bisa
mengatur rumah tangga dengan baik dan benar. Inilah yang kadang dialami
orang tua sehingga harus mengalami stress.
Orang tua tidak perlu merasa tertekan
menghadapi masalah tersebut. Paling penting adalah perlu tindakan nyata
agar rasa bersalah tidak semakin besar dan merubahnya ke arah yang
positif. Apa saja kiat yang bisa dilakukan orang tua untuk mengatasi hal
tersebut? Simak caranya berikut:
1. Berbagi beban
Beban rumah tangga tidak hanya dilakukan
oleh seorang saja namun kedua orang tua. Seperti mengurus rumah tangga,
mengurus anak, menyediakan waktu untuk anak perlu dilakukan pembagian
yang benar dan tidak saling membebani.
Seperti di zaman sekarang, figur ayah
tidak saja sebagai pencari nafkah namun juga harus bertindak sebagai
bapak rumah tangga meskipun proposinya tidak sebesar ibu. Ayah bisa
membantu ibu mengurus anak yang sakit, membantu belajar anak, atau
melakukan pekerjaan rumah tangga yang sekiranya bisa dilakukan. Perlu
pengertian antar pasangan agar pembagian tersebut bisa terlihat natural.
2. Buat jadwal pekerjaan
Orang tua perlu mengatur jadwal antara
pekerjaan dan keluarga. Jika Anda mempunyai jadwal pekerjaan yang padat
sebaiknya di jadwal ulang atau minta kebijakan atasan untuk mengatasi
jadwal tersebut. Misalnya membatasi jam lembur, kebijakan menunda
pekerjaan yang belum selesai hari itu dan pengaturan jam kerja yang
semestinya.
Hal terpenting adalah jadwal untuk
keluarga jangan sampai jadwal pekerjaan memakan waktu bersama untuk
keluarga misalnya di malam hari atau akhir pekan. Jika Anda sudah
berniat meluangkan waktu untuk keluarga lupakan urusan pekerjaan
fokuslah pada kebersamaan Anda dengan keluarga.
3. Cari perspektif
Bekerja tidak harus berada di rumah agar
pekerjaan fokus dan rumah tangga tetap terurus dengan baik. Hal ini
sering terjadi pada ibu-ibu yang berpikir bahwa bekerja di rumah akan
lebih enak. Padahal nyatanya membawa pekerjaan di rumah justru membuat
Anda tidak bisa menyeimbangkan keduanya. Mungkin karena anak rewel atau
pekerjaan rumah tangga yang belum selesai membuat pekerjaan kantor Anda
tertunda dan Anda harus mengurusi rumah tangga dulu. Cobalah cari
perspektif lain bagaimana nyamannya Anda beraktivitas.
4. Beri tekanan sedikit pada anak-anak
Orang tua tidak perlu cemas dengan
keberadaan anak saat mereka bekerja. Jika Anda ingin mengarahkan anak
pada kegiatan yang positif sebaiknya titipkan anak pada tempat penitipan
anak. Hal ini menurut sebuat studi justru akan menekan kenakalan anak
karena ketidakhadiran orang tua.
Buatlah mereka memahami kesibukan Anda
sementara saat Anda bekerja dan yakinkan bahwa Anda akan memiliki waktu
bersama dengan anak di saat yang tepat. Seorang anak justru akan lebih
nyaman jika tidak diawasi orang tua selama 24 jam setiap hari. Sehingga
biarkan mereka bebas berkespresi dan peduli dengan kondisi Anda.





